Resume Dokter Wajib Mengerti Bahasa Isyarat

 


TIDAK banyak yang memikirkan bagaimana pasien bisu-tuli berkomunikasi soal penyakit yang dideritanya. Itu pulalah yang menyebabkan penyendang bisu-tuli jarang ditemui di rumah sakit-rumah sakit, kalau pun ada biasanya mereka membawa pengantar. Lalu bagaimana jika penyandang bisu-tulis itu sendirian dan mengalami kecelakaan. Mengertikah dokter yang akan menanganinya, berkomunikasi dengan pasien bisu-tuli tersebut. 

Vena menceritakan ketika ia menjalani koas bersama sang kakak, Vera Saskia Prima Salsabila ia bertemu dengan seorang bisu-tuli yang sedang memeriksakan kandungannya di rumah sakit, saat itu Vena memperhatikan betapa sulitnya ia berkomunikasi. Demikian juga ketika ia menjalani stase di UGD, ada korban kecelakaan yang tidak lancar berkomunikasi karena bisu-tuli. 

Bercerita tentang minatnya untuk belajar bahasa isyarat, dokter kelahiran Sidoarjo, 1 November 1998 ini mengungkapkan, diantara rekan-rekannya sesama mahasiswa kedokteran, kini juga banyak yang belajar bahasa isyarat, bukan karena trend dan ikut-ikutan, tapi mereka lebih memahami bahwa layanan kesehatan adalah hak bagi semua orang, tanpa kecuali.

Bicara motivasinya dan saudara kembarnya yang sama-sama mengambil kedokteran, Vena menjelaskan, bahwa dirinya ingin mengikuti jejak sang kaka pertama, yang kini menyandang dokter spesialis bedah.

Referensi : Dokter Wajib Mengerti Bahasa Isyarat

Unusa

Twitter

Instagram 

Tiktok


Lihat juga blog teman saya:  https://nadivasasaada.blogspot.com/2024/08/resume-dosen-unusa-rayakan-hut-ri-ke-79.html?m=1


Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME PKKMB DAY 2